Rabu, 13 April 2022


Oleh : Tuti Yuniarti, S.Pd. M.M.
Kepala SDN Sukarajin Sukanagara.

Pandemi Corona di tahun 2020 ini menyisakan banyak cerita. Ada cerita duka dan juga suka.Penularan Virus Covid 19 yang berawal dari negeri China atau tepatnya dari kota Wuhan ini menyebar secara cepat dan masiv sehingga menyebabkan pandemi  yang  mengerikan dan  menjadi momok bagi  masyarakat dunia. Untuk meminimalisir dampak negatifnya,maka pemerintah maupun masyarakat biasa  bekerjasama untuk berusaha mencegah penularan virus itu agar tidak meluas. Pemerintah secara terus menerus memberikan informasi informasi penting tentang bahaya dan cara pencegahan supaya virus itu tidak menulari kita.Jagad Media Massa setiap hari menayangkan tentang penambahan jumlah korban yang reaktif dan positif Covid 19, jumlah pasien yang sembuh juga pasien yang dinyatakan meninggal karena Covid 19.Situasi terasa mencekam, apalagi setelah pemerintah memberlakukan kebijakan “ lock down” di sebagian kota yang menjadi kluster penyebaran covidnya tinggi, seperti DKI Jakarta dan daerah sekitarnya atau kita kenal dengan wilayah Jabodetabek yang dinyatakan sebagai zona merah.

Adanya kebijakan lockdown yang belum diikuti faktor pendukung dan aturan-aturan yang relevan, menyebabkansebagian dari masyarakat  kita tidak siap melaksanakan kebijakan itu.Banyak diantara mereka yang tetap melaksanakan aktivitas sehari hari mereka dengan alasan ekonomi, meski dibayang-bayangi rasa ketakutan akan tertular. Banyak cerita tentang kebijakan lock down ini, seperti sebuah keluarga yang tidak bisa makan selama dua hari karena ketiadaan penjual beras yang buka, terpaksa mereka hanya makan roti sampai kemudian ada tetangga yang berbaik hati memberinya beras karena mendengar tangisan anak kecil yang terus-menerus. Di lain cerita menjelang tibanya Hari Raya Iedul Fitri, karena sudah tradisi mudik, sebagian masyarakat yang bekerja jauh dari tempat kelahirannya berusaha untuk tetap bisa mudik meski secara sembunyi-sembunyi.Mereka mudik lewat tengah malam dengan mengendarai motor atau bahkan naik truk barang menunggu lengahnya penjaga di  perbatasan. Sebagian dari mereka Alhamdulillah ada yang tiba di kampung halaman dengan selamat meski kemudian harus menjalani karantina mandiri selama 14 hari sesuai aturan pemerintah.Nasib baik ternyata tidak berpihak ke semua orang, ada juga yang ketika di tengah perjalanan di putar balik oleh petugas harus kembali ke kota semula. Tentunya hal ini membuat mereka kecewa, karena harapan untuk bersua dan bercanda ria dengan handai taulan di kampung halaman pupus sudah.Subhanallah..dampak pandemi menyebabkan suasana perayaan Iedul Fitri di tahun 2020 ini sangat berbeda.

    Penyebaran  Covid 19 yang cepat dan masiv, dampaknya sangat terasa terhadap berbagai sektor kehidupan. Di sektor ekonomi dampaknya sangat terasa, karena laju perekonomian seolah jalan di tempat bahkan mengalami kemunduran, banyak pasar baik itu pasar modern maupun tradisional yang terpaksa tutup, perusahaan tidak bisa beroperasi dan merumahkan karyawannya seperti halnya yang terjadi pada salah satu perusahaan penerbangan. Selain di sektor ekonomi dampak pandemi terasa juga di bidang kesehatan.banyak tempat tempat umum yang disulap menjadi tempat pengobatan pasien terdampak Covid 19 atau tempat karantina.Perubahan lain yang nampak di bidang kesehatan dilihat dari Costum atau kelengkapan pakaian yang dikenakan tenaga medis, mulai dari pakaian APD ( alat pelindung diri)yang seperti jas hujan, masker,pace shield sarung tangan dan sepatu boats.Kelengkapan itu harus tetap dikenakan oleh tenaga medis yang merawat pasien covid 19 minimal 10 jam.Tentunya dengan pakaian seperti itu mereka tidak lagi leluasa melaksanakan berbagai aktifitas meskipun hanya memenuhi kebutuhan dasarnya,  bahkan  sebagian diantara mereka banyak yang gugur dalam melaksanakan tugas kemanusiaannya. Pengorbanan yang luar biasa, semoga mereka yang beragama Islam husnul khotimah.Dampak pandemi yang lain merambah di bidang pendidikan. Menteri Pendidikan Indonesia segera mengeluarkan berbagai kebijakan dan surat edaran terkait dengan penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemic Covid 19, juga adanya perubahan Juknis  BOS. Dalam Juknis Bos perubahan  tahun 2020,dinyatakan sebagian dari anggaran dana BOS harus digunakan untuk memenuhi protokol kesehatan, agar proses pendidikan tetap berjalan dengan baik dan aman.

    Proses pembelajaran di masa pandemi awal benar-benar menguras pemikiran semua orang terutama yang berkecimpung di dunia pendidikan. Berbagai dialog dan diskusi terus diselenggarakan  dengan menghadirkan para pakar pendidikan  di berbagai media massa untuk mencari formula yang tepat dalam penyelenggaraan pendidikan  di masa pandemi.Hasil dari berbagai dialog dan diskusi itu menerbitkan berbagai peraturan, surat edaran, surat keputusan dan berbagai kebijakan bagaimana proses pembelajaran  itu harus dilaksanakan dengan dampak negative seminimal mungkin.

    Ada beberapa cara yang dilakukan bapak dan ibu guru untuk tetap bisa melaksanakan pembelajaran. Ada yang dengan cara on line/daring, guru dan siswa sama-sama menggunakan media sosial atau dalam hal ini lap top atau gadget untuk menyampaikan dan menerima materi pembelajaran maupun untuk mengerjakan tugas-tugas yang diberikan. Dengan menggunakan cara ini banyak kendala yang dihadapi apalagi sekolah-sekolah yang berada di pedalaman. Dari mulai ketiadaan fasilitas Hp, kuota, keterbatasan pengetahuan cara menggunakan gadget, bahkan sampai  ketiadaan sinyal.Selain itu banyak juga orang tua yang kurang siap dalam membimbing anak belajar di rumah, begitu juga anak yang tidak betah belajar bersama orang tua di rumah.Hal ini menjadi masalah tersendiri dalam pembelajaran daringyang harus segera diselesaikan. Cara lain yang sering dilakukan oleh bapa dan ibu guru terutama yang ada di jenjang SD adalah jarungjung (belajar guru berkunjung). Dalam cara ini guru berkunjung ke rumah-rumah siswa yang sudah dikelompokkan  menurut kelas dan tempat tinggal/domisili.Ada juga jarumah( belajar guru di rumah) siswa belajar di rumah bp/ibu guru sesuai kelas secara bergiliran juga.Dengan cara pembelajaran seperti  ini banyak pengalaman yang dirasakan oleh bapak ibu guru, mulai dari lebih mengenal ekosistem tempat tinggal siswa, lebih dekat dengan orang tua siswa, juga kadangkala membawa rezeki tersendiri. Bapak dan ibu guru yang sudah mengunjungi siswanya belajar di rumah, pulangnya dihadiahi oleh-oleh,  ada beragam sayuran, beras juga gula merah.Alhamdulillah bersyukur padaMu Ya Allah.

    Untuk tetap terlaksananya kegiatan pembelajaran ini, bapak dan ibu Kepala Sekolah tetap harus memantau dan memfasilitasi kegiatan ini meskipun dengan segala keterbatasan.Selalu mensosialisasikan informasi-informasi yang terbaru terkait dengan aturan ataupun kebijakan meski disampaikan lewat Whattshap maupun aplikasi Zoom.Melalui media ini juga bapak dan ibu Kepala Sekolah harus aktif, mulai dari menyapa dan menanyakan kabar bapak dan ibu guru, memberi motivasi dan inspirasi agar mereka tetap semangat dalam melaksanakan tugasnya. Selain itu juga harus memfasilitasi proses pembelajaran dengan mengalokasikan dana Bos untuk pemberian kuota,pembelian hand sanitizer, masker, pace shiel maupun kelengkapan protokol kesehatan yang lainnya seperti tempat cuci tanganbeserta sabun nya di setiap kelas. Bagian tugas yang berikutnya adalah  mendokumentasikan hasil pekerjaan guru serta mengadakan refleksi setiap akhir pekan.

    Pandemi Covid 19 merupakan suatu wabah yang membuat sebagian masyarakat resah, tetapi dibalik itu semua banyak hikmah yang bisa kita ambil.Di tengah wabah pandemi, kita merasa lebih dekat dengan Sang Maha Pencipta. Banyak do’a yang terpanjat memohon ampun dan perlindunganNya,Pemerintah pun lebih memperhatikan kesejahtraan warganya.Banyak masyarakat yang meningkatrasa kepeduliannya  terhadap sesama,begitu juga  dengan orang tua lebih dekat secara fisik maupunpsikologis  dengan anak-anaknya.Kebersihan tiap individu juga lebih terjaga, namun kita semua berharap semoga wabah ini segera berakhir dan kita semua hidup normal kembali dengan tetap melanjutkan kebiasaan-kebiasaan baru yang positif selama pandemi. Semoga…

GIAT LITERASI DIMASA PANDEMI

Kegemaran membaca tak hanya membuat anak-anak paham banyak ilmu, tapi juga bisa menumbuhkan kesenangan dan kepuasan diri. Membaca untuk kesenangan terbukti berpengaruh kuat pada pengembangan kosakata, keterampilan mengeja hingga matematika.

Selama ini, kegiatan membaca untuk kesenangan banyak dilakukan di sekolah, melibatkan guru sebagai mentornya. Lalu, bagaimana saat pandemi Covid-19, dimana banyak sekolah mengalihkan proses pembelajaran secara daring (dalam jaringan) atau online?

Sebuah proyek penelitian berjudul “Just Read” yang dilakukan di Queenwood School for Girls di Sydney, Australia bisa menjadi panduan sekolah-sekolah di Indonesia untuk membangun budaya dan kecintaan siswa membaca selama pandemi Covid-19.

Memasukkan bacaan harian ke dalam jadwal belajar di rumah

Saat memulai proyek “Just Read” pada Januari 2020, Komite Literasi Queenwood optimistis program ini bisa membangun budaya membaca di sekolah.

Hal ini beralasan karena proyek yang mendapat hibah penelitian dari Asosiasi Sekolah Independen ini telah direncanakan sangat matang. Bahkan, proyek ini dimentori oleh pakar literasi terkemuka dari Universitas Edith Cowan, Dr Margaret Merga.

Direktur Kurikulum Sekolah Menengah, Vanessa Collins mengungkapkan, penelitian ini menyasar siswa mulai dari Taman Kanak-kanak (TK) hingga kelas 11. Setiap hari, para guru dan siswa diminta membaca dalam hati secara berkelanjutan atau atau Sustained Silent Reading (SSR). Bahan bacaan diserahkan sesuai kesenangan siswa.

Sabtu, 23 Maret 2019

VISI DAN MISI SD NEGERI SUKARAJIN


VISI :

TERBENTUKNYA SISWA SDN SUKARAJIN YANG BERIMAN, BERAKHLAKUL KARIMAH, SEHAT, CERDAS DAN BERPRESTASI.


 MISI :
    • MEMBIASAKAN SISWA UNTUK MELAKSANAKAN AJARAN AGAMA YANG DIANUTNYA.
    • MELAKSANAKAN KEGIATAN OLAH RAGA BERSAMA.
    • MELATIH KETERAMPILAN SISWA UNTUK MEMECAHKAN MASALAH.
    • MENGEMBANGKAN DAN MEMFASILITASI MINAT DAN BAKAT SISWA UNTUK BERPRESTASI.
    • MEMFASILITASI DAN MENGEMBANGKAN PROFESIONALISME PTK.

Rabu, 19 November 2014

FORMAT REKAP NILAI RAPORT


Copas dari http://efullama.wordpress.com

Klik Download di sini untuk mendapatkan format rekapan nilai Raport Sekolah Dasar dalam bentuk excel dan nantinya akan otomatis terlihat urutan jumlah nilai siswa sampai 10 besar. ini bermanfaat untuk penentuan Ranking.
Lihat dulu petunjuk yang ada di dalamnya.
terimakasih untuk kunjungannya.

Butir-butir Pancasila

Pancasila

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia. Nama ini terdiri dari dua kata dari Sanskerta: pañca berarti lima dan śīla berarti prinsip atau asas. Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia.
Lima sendi utama penyusun Pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, dan tercantum pada paragraf ke-4 Preambule (Pembukaan) Undang-undang Dasar 1945.
Meskipun terjadi perubahan kandungan dan urutan lima sila Pancasila yang berlangsung dalam beberapa tahap selama masa perumusan Pancasila pada tahun 1945, tanggal 1 Juni diperingati sebagai hari lahirnya Pancasila.

Sejarah Perumusan

Perisai Pancasila menampilkan lima lambang Pancasila.
Dalam upaya merumuskan Pancasila sebagai dasar negara yang resmi, terdapat usulan-usulan pribadi yang dikemukakan dalam Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia yaitu:
  • Lima Dasar oleh Muhammad Yamin, yang berpidato pada tanggal 29 Mei 1945. Yamin merumuskan lima dasar sebagai berikut: Peri Kebangsaan, Peri Kemanusiaan, Peri Ketuhanan, Peri Kerakyatan, dan Kesejahteraan Rakyat. Dia menyatakan bahwa kelima sila yang dirumuskan itu berakar pada sejarah, peradaban, agama, dan hidup ketatanegaraan yang telah lama berkembang di Indonesia. Mohammad Hatta dalam memoarnya meragukan pidato Yamin tersebut.[1]
  • Panca Sila oleh Soekarno yang dikemukakan pada tanggal 1 Juni 1945 dalam pidato spontannya yang kemudian dikenal dengan judul "Lahirnya Pancasila". Sukarno mengemukakan dasar-dasar sebagai berikut: Kebangsaan; Internasionalisme; Mufakat, dasar perwakilan, dasar permusyawaratan; Kesejahteraan; Ketuhanan. Nama Pancasila itu diucapkan oleh Soekarno dalam pidatonya pada tanggal 1 Juni itu, katanya:
Sekarang banyaknya prinsip: kebangsaan, internasionalisme, mufakat, kesejahteraan, dan ketuhanan, lima bilangannya. Namanya bukan Panca Dharma, tetapi saya namakan ini dengan petunjuk seorang teman kita ahli bahasa - namanya ialah Pancasila. Sila artinya azas atau dasar, dan diatas kelima dasar itulah kita mendirikan negara Indonesia, kekal dan abadi.
Setelah Rumusan Pancasila diterima sebagai dasar negara secara resmi beberapa dokumen penetapannya ialah:

Hari Kesaktian Pancasila

Pada tanggal 30 September 1965, terjadi insiden yang dinamakan Gerakan 30 September (G30S). Insiden ini sendiri masih menjadi perdebatan di tengah lingkungan akademisi mengenai siapa penggiatnya dan apa motif dibelakangnya. Akan tetapi otoritas militer dan kelompok reliji terbesar saat itu menyebarkan kabar bahwa insiden tersebut merupakan usaha PKI mengubah unsur Pancasila menjadi ideologi komunis, untuk membubarkan Partai Komunis Indonesia dan membenarkan peristiwa Pembantaian di Indonesia 1965–1966.
Pada hari itu, enam Jendral dan 1 Kapten serta berberapa orang lainnya dibunuh oleh oknum-oknum yang digambarkan pemerintah sebagai upaya kudeta. Gejolak yang timbul akibat G30S sendiri pada akhirnya berhasil diredam oleh otoritas militer Indonesia. Pemerintah Orde Baru kemudian menetapkan 30 September sebagai Hari Peringatan Gerakan 30 September G30S dan tanggal 1 Oktober ditetapkan sebagai Hari Kesaktian Pancasila.

Butir-butir pengamalan Pancasila [2]

Ketetapan MPR no. II/MPR/1978 tentang Ekaprasetia Pancakarsa menjabarkan kelima asas dalam Pancasila menjadi 36 butir pengamalan sebagai pedoman praktis bagi pelaksanaan Pancasila.

Ketuhanan Yang Maha Esa

  1. Percaya dan Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
  2. Hormat menghormati dan bekerjasama antar pemeluk agama dan penganut-penganut kepercayaan yang berbeda-beda sehingga terbina kerukunan hidup.
  3. Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya.
  4. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan kepada orang lain.

Kemanusiaan yang adil dan beradab

  1. Mengakui persamaan derajat persamaan hak dan persamaan kewajiban antara sesama manusia.
  2. Saling mencintai sesama manusia.
  3. Mengembangkan sikap tenggang rasa.
  4. Tidak semena-mena terhadap orang lain.
  5. Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
  6. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
  7. Berani membela kebenaran dan keadilan.
  8. Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia, karena itu dikembangkan sikap hormat-menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain.

Persatuan Indonesia

  1. Menempatkan kesatuan, persatuan, kepentingan, dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan.
  2. Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara.
  3. Cinta Tanah Air dan Bangsa.
  4. Bangga sebagai Bangsa Indonesia dan ber-Tanah Air Indonesia.
  5. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang ber-Bhinneka Tunggal Ika.

Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan

  1. Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat.
  2. Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain.
  3. Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
  4. Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi semangat kekeluargaan.
  5. Dengan itikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil musyawarah.
  6. Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.
  7. Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggung jawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai kebenaran dan keadilan.

Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

  1. Mengembangkan perbuatan-perbuatan yang luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan gotong-royong.
  2. Bersikap adil.
  3. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
  4. Menghormati hak-hak orang lain.
  5. Suka memberi pertolongan kepada orang lain.
  6. Menjauhi sikap pemerasan terhadap orang lain.
  7. Tidak bersifat boros.
  8. Tidak bergaya hidup mewah.
  9. Tidak melakukan perbuatan yang merugikan kepentingan umum.
  10. Suka bekerja keras.
  11. Menghargai hasil karya orang lain.
  12. Bersama-sama berusaha mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.
Ketetapan ini kemudian dicabut dengan Tap MPR no. I/MPR/2003 dengan 45 butir Pancasila.

Sila pertama


Bintang.
  1. Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketakwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Manusia Indonesia percaya dan takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
  3. Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  4. Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  5. Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.
  6. Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing.
  7. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain.

Sila kedua


Rantai.
  1. Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Mengakui persamaan derajat, persamaan hak, dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya.
  3. Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia.
  4. Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira.
  5. Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain.
  6. Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
  7. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
  8. Berani membela kebenaran dan keadilan.
  9. Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia.
  10. Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain.

Sila ketiga


Pohon Beringin.
  1. Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
  2. Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabila diperlukan.
  3. Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa.
  4. Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia.
  5. Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
  6. Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika.
  7. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.

Sila keempat


Kepala Banteng
  1. Sebagai warga negara dan warga masyarakat, setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan, hak, dan kewajiban yang sama.
  2. Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain.
  3. Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
  4. Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan.
  5. Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah.
  6. Dengan iktikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah.
  7. Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
  8. Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.
  9. Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, nilai-nilai kebenaran dan keadilan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama.
  10. Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk melaksanakan pemusyawaratan.

Sila kelima


Padi Dan Kapas.
  1. Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.
  2. Mengembangkan sikap adil terhadap sesama.
  3. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
  4. Menghormati hak orang lain.
  5. Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri.
  6. Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain.
  7. Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah.
  8. Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum.
  9. Suka bekerja keras.
  10. Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama.
  11. Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.

Referensi

  1. ^ Suwarno, P.J. Pancasila Budaya Bangsa Indonesia. hlm. 12.
  2. ^ Bagian ini sudah tidak berlaku lagi karena Ketetapan MPR no. II/MPR/1978 telah dicabut dengan Ketetapan MPR no XVIII/MPR/1998 dan termasuk dalam kelompok Ketetapan MPR yang sudah bersifat final atau selesai dilaksanakan menurut Ketetapan MPR no. I/MPR/2003

Rabu, 23 April 2014

PRESTASI ITU MASIH ADA

Saat kami mulai lesu, anakku sungguh ajaib mereka menunjukkan prestasinya dan membuat kami bangga. Inilah wajah anak-anak kami












LANGKAH-LANGKAH INSTALL PACTH 2.0.7c


Langkah-langkah Instal Patch Dapodik 2.0.7.c 

1. pastikan tgl komputer sdah sesuai..
2. intall pacthnya klik kanan run as admin (jika wins 7 dan 8)
3. sebelum login tekan tombol Ctrl + F5
4. cek data semuanya... (dikhawatirkan ada bugs data setelah intall pact)
5. jika sdah sesuai semuanya klik validasi. klik sinkronisasi (awas jng dulu klik tombol sinkronisasi)
6. Klik update sinkronisasi (di kolom sinkronisasi)
7. jika sdah selesai ada keterangan update sinkronisasi baru deh klik tombol sinkronisasi.
8. jika sdah berhasil sinkron.. cek data mungkin saja ada data dari server turun ke lokal.. cek kalau nanti ada zombi.. hapus data yg salahnya dan lakukan sinkron ulang
9. ada tambahan di 207 ada menu Help (?)

Sabtu, 05 Oktober 2013

Siswa SDN Sukarajin Turut Khidmat dalam Aksi Damai PGRI Cabang Sukanagara


Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) melalui pengurus kabupaten, menginstrusikan kepada seluruh guru di Cianjur yang berada di SD hingga Perguru Tinggi, untuk menggelar do'a aksi damai di masing-masing  sekolahnya, Sabtu (5/10/2013). 
Selain dalam rangka Hari Guru Internasional, Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke-68, do'a ini juga ditunjukan untuk para pemimpin supaya dapat menjalanklan tugas dengan baik, dan untuk guru honorer yang hingga saat ini belum mendapatkan gaji yang layak, serta yang tidak kalah penting do'a tersebut ditunjukan untuk keberhasilan serta kesuksesan guru dalam kiprahnya membangun masyarakat dan dunia pendidikan. Sementara di wilayah PGRI cabang Sukanagara Aksi Damai tersebut dilaksanakan secara serentak di halaman Kantor Cabang PGRI dan tiap sekolah dari pukul 10.00 - 10.10 WIB dan diikuti oleh puluhan guru dan kepala sekolah dari seluruh ranting yang ada di wilayah PGRI Cabang Sukanagara.
Sebagai salah satu dukungan dari pihak peserta didik, siswa SDN Sukarajin tampak khidmat mengikuti gelar Do'a Bersama dalam mendukung Aksi Damai PGRI yang diselenggarakan di lapangan SDN Sukarajin